Senin, 02 November 2015

PENGOBATAN HIV AIDS SECARA NON MEDIS

Rahasia Penyembuhan AIDS (dengan minyak kelapa) dan Menguak Mafia Kesehata Kasus HIV/AIDS

Ternyata ada mafia terselubung yang tidak kita sadari kawan. Isinya mengenai mafia obat-obatan yang memanfaatkan ketakutan manusia pada HIV/AIDS. Para mafia ini terlihat mencuci otak dengan mendikte bahwa AIDS itu tidak bisa disembuhkan, sehingga ODHA karena tidak tau apa-apa jadinya manggut-manggut aja dengan saran dokternya. Mau ga mau segala macam obat dibeli, yang ternyata menjadi industri besar bagi para mafia obat-obatan ini.

Setelah membaca artikel ini paradigma kita mungkin akan berubah bahwa dokter itu bukan penganalisa penyakit tapi sales obat-obatan. Kalau kk googling menggunakan key "Menguak Mafia Kesehatan Kasus HIV/AIDS" banyak artikel seperti ini yang akan muncul. Mudah - mudahan bukan repost gan. Nama penulisnya ada di paling bawah, disertai juga testimoni para ODHA yang sudah menyadari bahwa AIDS bisa disembuhkan...

Di seluruh dunia, para Odha (Orang dengan HIVAIDS) yang sembuh dari AIDS sudah sangat banyak jumlahnya. Kesembuhan mereka adalah bukti nyata bahwa AIDS bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Bahkan, mereka mendapatkan kesembuhan bukan karena obat-obatan kimia, tapi karena perbaikan nutrisi dan obat alami.

Namun, bertolak belakang dengan realita kesembuhan yang makin banyak di seluruh dunia, komunitas medis konvensional dan media massa umum, tetap saja memberitakan informasi bahwa AIDS merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan Odha berkewajiban untuk mengonsumsi ARV seumur hidup mereka.

Kali ini saya akan menguak sedikit rahasia tentang adanya mafia kesehatan kasus HIV/AIDS, dimana para mafia terus “mencuci otak” masyarakat dan praktisi medis untuk percaya bahwa AIDS tidak bisa disembuhkan dan satu-satunya obat yang bisa diandalkan HANYALAH ARV. Dengan kepercayaan seperti ini, mereka mendapatkan uang yang sangat banyak dari repeat order SEUMUR HIDUP para Odha, terlebih repeat order tersebut adalah dari seluruh dunia.

Jika banyak masyarakat dan praktisi medis tahu bahwa AIDS bisa disembuhkan dan obat alamilah satu-satunya pengobatan yang dapat diandalkan (bahkan tanpa efek samping), maka para mafia ini akan kehilangan pendapatan terbesarnya, karena masyarakat dunia stop menjadi “langganan setia mereka”.


KESAKSIAN PARA ODHA TANPA ARV

Norman Sartor, Kanada

Nama saya Norman Sartor. Saya dulu didiagnosa dengan gejala AIDS di bulan Desember 1995 dimana CD4 saya adalah 51. Pada saat itu tidak ada test viral load dan di bulan Februari 1996, saya mulai memakai AZT, satu-satunya perawatan resmi dari Health Canada. Kemudian selama Lebih dari 10 tahun, saya mendapat ARV yang meliputi AZT, 3TC, Saquinavir, Zerit, Norvir, Viracept, Sustiva, Fuzeon, Viread and Kaletra.

Celexa, Septra, Marinol, Bactrum, Losec, Teveten, Pariet, Crestor, Lipitor, Welbutrin, Prozac, Hydrochlorothiazide dan Lorazepam, diresepkan ke saya untuk mengatasi efek samping yang ada yaitu berat badan turun, sariawan, keringat dingin di malam hari, jamur kuku, lipoatrophy, ruam saraf, dan anemia. Gejala fisik dan psikologis lainnya juga muncul.

Dengan Fuzeon, saya selalu mendapat suntikan 2 kali sehari, dan sesudah 10 tahun memakai ARV dan obat untuk lipoatrophy, lemak tubuh saya bertambah. Berulang-ulang muncul gejala ISR seperti kulit merah, pembengkakan, dan kulit mengeras. Saya berpartisipasi dalam uji klinis di bulan May 2005 yang disponsori oleh Canadian Immunodeficiency Research Collaborative untuk mengevaluasi penggunaan alat suntik Biojector CO2 dibandingkan penggunaan jarum hypodermic standar. Lagi-lagi gejala ISR tetap muncul. Obat yang dipakai bersamaan dengan Fuzeon adalah Kaletra, Viread dan 3TC.

Setelah bertahun-tahun meneliti HIV/AIDS, nutrisi, dan satu dekade memakai ARV, pil-pil, serum, jarum suntik dan tembakan CO2, dan di atas semua itu, yaitu mengalami berbagai efek samping obat-obatan, kecuali kematian, saya pun akhirnya berhenti dari obat-obatan pada tanggal 16 Mei 2006. Mulai dari Agustus 2006 sampai dengan Januari 2007, terdapat penurunan 49% untuk viral load dan peningkatan 38% untuk sel CD4. Saat ini saya sudah lebih dari 1 tahun tanpa obat-obatan dan selama 1 tahun tersebut bisa menghemat $50.000 untuk biaya pengobatan karena hanya untuk Fuzeon saja bisa menghabiskan $2.650/bulan.

Saya pun beralih ke suplemen bulanan yaitu Selenium, NAC, Tryptophan dan L-Glutamine dengan biaya $100-$120. Hasil positif yang saya capai bukanlah suatu hal yang unik karena banyak Odha berhasil hidup normal tanpa obat-obatan.

Pengukuran viral load dan CD4, penandaan test darah yang digunakan untuk akses kesehatan dan penentuan terapi, tidak dirancang untuk orang yang sehat. Dalam 1 dekade memakai terapi ARV dan obat-obatan kimia lainnya, saya tidak dalam keadaan sehat. Saya mengalami tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi, fungsi hati yang tidak normal, serangan osteoarthritis, duodenitis, peripheral neuropathy, nocturia, lipoatrophy, serta hepatitis B yang berkembang ke grade 2. Sekarang kebanyakan efek samping telah mereda dan baru pertama kali ini selama 10 tahun, hati saya berfungsi dengan normal. (Setelah berhenti dari ARV dan obat-obatan kimia) hepatitis B saya sekarang jadi kondisi pre-existing dan tetap terkontrol dengan pola makan yang benar.

Made, Bali

Dibulan September 2010, setelah mendapat informasi penyembuhan AIDS dari Healindonesia, saya mencoba terapi herbal dengan memakai jamu tetes. Tiga bulan sebelumnya dinyatakan positif HIV dengan gejala TBC dan mulai memakai ARV lewat 2 bulan sesudah pengobatan TBC. Mempertimbangkan dampak efek samping ARV, saya lebih memilih terapi herbal saja. Walaupun dengan diagnosa positif HIV dan TBC, kondisi fisik saya sendiri sebenarnya normal dan nafsu makan juga bagus. Saya sama sekali tidak memperlihatkan gejala-gejala seperti orang sakit pada umumnya.

Sampai sekarang, saya hanya rutin memakai herbal untuk menjaga kesehatan saya dan telah terbukti bahwa tanpa ARV saya baik-baik saja layaknya orang normal.

Test HIV yang Tidak Akurat

Test ELISA dan Western Blot yang pada umumnya dipakai untuk mendiagnosa infeksi HIV hanya bisa mendeteksi interaksi antara protein dan antibodi yang DIPERKIRAKAN berhubungan dengan HIV. Keduanya TIDAK BISA mendeteksi HIV itu sendiri, begitu juga dengan jenis test HIV lainnya.

Semua test antibodi HIV sangat tidak akurat. Satu alasan bagi ketidakakuratan tersebut adalah berbagai jenis virus, bakteri, dan antigen lainnya dapat menyebabkan sistem imun untuk membuat antibodi yang juga bereaksi sama dengan HIV. Misal: ketika Anda sedang menderita atau baru saja sembuh dari flu, cacar, hepatitis, TBC, pneumonia, herpes, kanker, diare, dan lupus, hasil test HIV bisa keluar positif!

Banyak antibodi yang ditemukan di dalam tubuh orang-orang sehat dan normal dapat menyebabkan hasil yang positif pada test antibodi HIV. Produksi antibodi dalam tubuh manusia yang terjadi karena infeksi virus bisa tetap ada dalam tubuh selama bertahun-tahun walaupun sistem imun telah mengalahkan virus tersebut, dan bahkan bisa untuk seumur hidup antibodi tersebut tetap ada. Dengan demikian, orang-orang sehat yang tidak pernah terjangkit HIV bisa memiliki hasil test HIV yang positif secara konsisten selama bertahun-tahun atau bahkan untuk seumur hidup mereka.

Kehamilan juga bisa menimbulkan respon yang positif. Antibodi yang diproduksi tubuh sebagai reaksi perlawanan terhadap infeksi mycobacterium dan ragi yang terdapat pada 90% pasien AIDS, menimbulkan hasil test HIV positif yang salah . Di satu studi, 13% orang Indian Amazon yang tidak memiliki AIDS dan juga tidak pernah ada kontak dengan orang luar selain suku mereka sendiri ternyata juga bisa mendapatkan hasil test HIV positif. Di laporan lainnya, 50% sampel darah dari anjing-anjing yang sehat juga bereaksi positif pada test antibodi HIV.

Nah, jika Anda punya akses atau fasilitas test HIV, kenapa tidak “iseng” mencoba mengadakan test HIV ke 100 pasien di suatu rumahsakit atau tempat bersalin? Bisa jadi lebih dari 80% hasilnya positif HIV!

Orang Sehat juga Punya CD4 Rendah

Para Odha (Orang dengan HIV/AIDS) dan praktisi medis sering memakai hasil test CD4 untuk mengukur tingkat kesehatan penderita HIV/AIDS. Standar batas normal CD4 yang diakui adalah 400-1400. Jika di bawah 400, seorang Odha dinyatakan tidak sehat karena virus HIV mulai aktif menyerang. Terlebih lagi jika ada yang kadar CD4-nya di bawah 40, secara teori sudah sangat sakit dan dalam keadaan “bed rest”.

CD4 sebenarnya penanda bagi adanya kolesterol dan plak arteri, bukan penanda system imun. CD4 dan CD8 akan naik ketika kadar kolesterol naik. Pemberian nicotinamide (vitamin B3) bisa menurunkan CD4 karena nicotinamide bisa menetralkan kolesterol. Sel CD4 biasanya berkumpul di area yang ada plak arteri dan memberikan signal ke sel darah putih untuk datang dan melahap kolesterol.

Boleh dibilang, kadar kolesterol dalam darah Anda akan mempengaruhi jumlah sel T Anda. Sel T CD4 terlibat dalam hal perbaikan arteri. Jadi orang yang sehat CD4nya malah bisa rendah, sedangkan orang yang sakit CD4-nya bisa tinggi.

Jika Anda masih belum percaya dengan hal ini, kenapa tidak mencoba mengadakan test CD4 ke sekelompok orang sehat seperti misalnya para dokter, para pemuka agama, dan para olahragawan? Kenapa tidak menguji kebenaran tentang test CD4 ini ke 10 dokter yang secara fisik terlihat sehat, dengan berat badan ideal, tidak merokok, tidak minum alkohol dan juga sehat secara emosional? Kita lihat apakah CD4 mereka tinggi atau rendah? 

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

Demo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDemo anti penipuan HIV AIDS di USA sana


KEHEBATAN MINYAK KELAPA MURNI DALAM PENGOBATAN AIDS

Kelapa dan minyak kelapa digunakan dalam
berbagai bentuk pengobatan tradisional. Yang paling
terkenal di antaranya adalah pengobatan Ayurveda di
India. Di sini produk kelapa menempati posisi penting
dan merupakan komponen esensial dalam beberapa
jenis obat. Minyak kelapa dikenal karena khasiat
penyembuhannya baik dalam Ayurveda maupun
pengobatan rakyat di India untuk mengobati berbagai
keadaan seperti luka bakar, luka, borok, jamur kulit,
kutu, batu ginjal, dan disentrikolera.

Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka
telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari
penyakit.Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit.   

Di Jamaika, minyak kelapa dianggap sebagai tonik kesehatan yang baik bagi jantung. Di antara orang Polinesia,
minyak kelapa sangat berharga melebihi semua tanaman lain dalam hal khasiat gizi dan kesehatannya. Khasiat
penyembuhan oleh kelapa telah lama dikenal di budaya yang mengernbangkan tanaman ini. Hanya baru-baru
ini lah manfaat ini mulai dikenal di seluruh dunia.
Tidak seperti lemak lainnya, minyak kelapa melindungi kita terhadap penyakit jantung, kanker, diabetes, dan
penyakit degeneratif lainnya. Minyak ini mendukung dan menguatkan sistem kekebalan sehingga membantu
tubuh menghalau serangan infeksi dan penyakit. Minyak ini unik dan berbeda dari minyak jenis lain karena
mempercepat penurunan berat badan, yang membuatnya dikenal sebagai satu-satunya lemak rendah kalori di
dunia.
MCFA dalam minyak kelapa memiliki efek antimikroba yang kuat yang dapat membunuh berbagai organisme
penyebab infeksi, bahkan superkuman yang resisten terhadap obat. Minyak kelapa terbukti merupakan
makanan super yang mudah dicerna dan digunakan sebagai zat gizi bagi tubuh. Penelitian medis dan
pengalaman klinis terus-menerus mengungkapkan kegunaan lain dari minyak ajaib ini.
Anda dapat mulai menikmati manfaat kelapa tanpa melakukan perubahan drastis dalam cara hidup
normal Anda. Sesungguhnya, memasukkan kelapa ke dalam hidup Anda dapat dilakukan hanya dengan tiga
langkah sederhana: (1) menggunakan minyak kelapa saat memasak dan menyingkirkan semua minyak nabati
lain dari makanan Anda, (2) makan kelapa dan produk kelapa sebagai bagian dari makanan secara teratur,
(3) mengoleskan minyak kelapa langsung pada kulit dan rambut agar dapat menyerap manfaat
penyembuhannya langsung ke dalam tubuh.
“Minyak kelapa memiliki efek yang netral pada kolesterol darah, bahkan dalam keadaan di mana minyak
kelapa merupakan satu-satunya sumber lemak,” lapor Dr. George Blackburn, seorang peneliti Harvard Medical
School yang bersaksi di sidang dengar pendapat Kongres mengenai minyak tropis pada tanggal 21 Juni 1988.
“Minyak (tropis) ini telah dikonsumsi sebagai bagian yang substansial dari makanan di banyak populasi selama ribuan tahun tanpa adanya bukti efek berbahaya pada mereka,” ujar Mary G. Enig, Ph.D., seorang ahli lemak
dan minyak dan mantan rekanan peneliti di University of Maryland. [178]


Minyak Kelapa Taklukkan HIV/AIDS
Di dalam bukunya: “Coconut Oil Miracle” (Keajaiban Minyak Kelapa) Dr. Bruce Fife melaporkan suatu kasus
kesembuhan AIDS sebagai berikut. [152]
Pada bulan September 1996, pasien AIDS bernama Chris Dafoe dari Cloverdale, Indiana, melihat waktunya
hampir habis. Ia mengalami penurunan berat badan drastic, kurang energy, dan merasa semakin buruk dari
hari ke hari. Hal yang membuatnya merasa mendekati kematian adalah hasil laboratorium. Laporan tersebut
menunjukkan muatan virus dalam tubuhnya mencapai lebih dari 600.000 – indikasi infeksi HIV yang membuas
dan menjadi tanda bahwa waktu hidupnya tidak lama lagi.
Jadi ia mengatur pemakamannya, membayar semua biaya di muka. Akan tetapi, sebelum meninggal dunia, dan
dengan sedikit tenaga tersisa, ia ingin melakukan liburan terakhir – liburan impian ke rimba Amerika Selatan. Ia
terbang ke Republik Suriname dan mencari jalan menuju rimba, di mana ia tinggal sebentar bersama
sekelompok orang Indian.
Selama tinggal di sana, ia makan makanan yang dimakan penduduk asli. Setiap hari ia disuguhi hidangan
berupa kelapa matang yang disiapkan penduduk asli.
“Kepala Suku Indian memberitahu saya,” kata Dafoe, “bahwa mereka menggunakan kelapa sebagai bahan
dasar semua obat. Mereka juga menggunakan santan dari bagian dalam kelapa dan juga menggunakan
tanaman serta jamu dari hutan untuk membuat obat. Mereka makan kelapa matang setiap pagi untuk
membantu mencegah penyakit.”
Selama tinggal di sana, kesehatan Dafoe berangsur-angsur membaik, kekuatan dan energinya meningkat, dan
berat badannya naik 32 pound. Setelah pulang enam minggu kemudian ia menjalani pemeriksaan laboratorium
berikutnya. Saat ini hasilnya menunjukkan muatan virus dalam tubuhnya telah turun drastic sampai kadar yang
tidak terdeteksi. Virus HIV yang pernah membanjiri tubuhnya tidak lagi terukur.
Ia terus makan kelapa sebagai sebagai sarapan setiap pagi, mencampurnya dengan sereal hangat. Ia yakin
bahwa hal tersebut membuat virus tetap terkendali dan memungkinkannya menikmati kesehatan yang baik.
Dengan semangat hidup ia berkata, “Saya merasa hebat. Saya memiliki lebih banyak energi dari sebelumnya.”
Tidak Semua Jenis Minyak dapat Menyembuhkan
Anda mungkin berpikir bahwa tidak mungkin minyak bisa dipakai untuk terapi. Bukankah minyak kelapa adalah
lemak yang berpotensi menyumbat arteri, menambah kegemukan dan bisa mengakibatkan sakit jantung?
Tidak semua lemak adalah jahat. Lemak merupakan kolesterol, dan seperti yang Anda sering dengar di media
massa, kolesterol terbagi menjadi dua, yaitu kolesterol jahat dan kolesterol baik. Begitu juga minyak kelapa,
minyak kelapa murni adalah jenis lemak yang baik dan menyehatkan.


Semua lemak dalam istilah ilmu kimia disebut fats atau fatty acids dan kumpulan molekulnya disebut sebagai
trigleserida. Setiap molekul trigleserida mengandung 3 molekul asam lemak.
Berdasarkan struktur kimiawinya, ada atau tidaknya ikatan ganda dalam molekul asam lemak yang terkandung
dalam trigleserida, jenis lemak dapat dibagi menjadi 3 kelompok; yakni (1) asam lemak jenuh (saturated fatty
acid), (2) asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acid), dan (3) asam lemak jenuh ganda (Poly-
unsaturated fatty acid). Lihat gambar berikut ini:
Saturated Fatty Acid (SFA = Asam Lemak Jenuh), di mana semua atom karbon (C) telah diikat jenuh oleh atom
hidrogen (Asam Stearik).
H H H H H H H H H H H H H H H H O
│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║
H— C— C— C— C—C— C — C—C—C— C—C— C—C—C— C—C—C—O—H
│ │ │ │ │ │ ││ │ │ │ │ │ │ │ │
H H H H H H HH H H H H H H H H
Mono- Unsaturated Fatty Acid (MUFA = Asam lemak tak jenuh tunggal), di mana satu pasang atom hidrogen
diganti oleh 1 ikatan ganda (Asam Oleik).
H H H H H H H H H H H H H H H O
│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║
H—C—C—C—C—C—C—C—C—C ═ C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H
│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │
H H H H H H H H H H H H H H H H H


Poly-Unsaturated Fatty Acid (PUFA = Asam lemak tak Jenuh Ganda), di mana 2 pasang atom karbon, masing-
masing diikat oleh 1 ikatan ganda (Asam Linoleik).
H H H H H H H H H H H H H O
│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║
H—C—C—C—C—C—C—C ═ C—C—C ═ C—C—C—C—C—C—C—C—O—H
│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │
H H H H H H H H H H H H H H H H H H
Di samping pengelompokan di atas, asam lemak juga bisa dikelompokan berdasarkan banyaknya jumlah atom
karbon dalam satu molekul.
Asam lemak berantai pendek (Short Chain Fatty Acids = SCFA), jumlah atom karbon terdiri dari 2 s/d 6.
Asam lemak berantai sedang (Medium Chain Fatty Acids = MCFA), jumlah atom karbon dari 8 s/d 16.
Asam lemak berantai panjang (Long Chain Fatty Aicds = LCFA), jumlah atom karbon jumlahnya dari 18 s/d
24.


Minyak kelapa dan sawit merupakan sumber MCFA yang paling kaya di antara semua minyak goreng. Minyak
sawit mengandung 58 % MCFA dan minyak kelapa memgandung 64% MCFA. Karena kedua jenis minyak ini
mempunyai kadar MCFA yang paling tinggi, maka baik secara biologis maupun kimiawi mempunyai pengaruh
dan dampak positif dan istimewa terhadap kondisi kesehatan tubuh kita, dan juga mempunyai sifat pembunuh
mikroba . [155]
Jenis MCFA yang terkandung dalam minyak kelapa adalah jenis asam lemak jenuh berantai sedang (MCFA)
seperti asam laurat (lauric acid), asam kaprilik (Caprylic acid) dan asam kaprik (Capric acid). Dalam tubuh, asam
laurat, asam kaprilik dan asam kaprik akan langsung diserap dan dimetabolisasi di dalam hati untuk
memproduksi energi. Jadi tidak terbentuk lemak yang tertimbun dan tidak pula membuat kolesterol jahat.
Sifat lain yang sangat berharga dan istimewa dari ketiga asam lemak jenuh rantai sedang itu ialah mempunyai
potensi untuk membunuh mikroba, yang sel membrannya (Cell membrane)-nya terdiri dari lapisan asam lemak
tak jenuh berantai panjang (LCFA), dengan cara menghancurkan sel membrannya. Beberapa jenis mikroba
telah dibuktikan peka terhadap asam lemak jenuh rantai sedang. Dengan demikian asam lemak jenuh rantai
sedang (MCFA) yang terkandung dalam minyak kelapa, dapat menjadi sejenis antibiotika yang poten. Lapisan
membran virus yang DIASUMSIKAN sebagai HIV terdiri dari lapisan asam lemak rantai panjang tak jenuh
(LCFA), maka bisa dihancurkan oleh asam lemak sedang yang berasal dari minyak kelapa. Untuk mendukung
penemuan tersebut, di bawah ini adalah laporan hasil uji klinik Prof. Dr. Conrado Dayrit, M.D., ahli farmakologi
dari University of Phillipines dan juga mantan presiden National Academy of Science and Technology,
Phillipines. [153]


Prof. Dayrit melakukan studi banding dengan memakai 14 pasien HIV yang umurnya berkisar antara 22 sampai
dengan 38 tahun. Ke-14 pasien ini dibagi menjadi 3 Kelompok. Semua pasien sebelumnya tidak pernah diberi
obat anti-HIV.
Kelompok I (empat pasien) diberi 22 gram monolaurin (monoglyceride of lauric acid yang berasal dari ekstrak
minyak kelapa) per hari. Kelompok II (5 pasien) diberi 7,5 gram monolaurin dan kelompok III (5 pasien) hanya
diberi 3,5 sendok makan minyak kelapa saja. Jumlah monolaurin yang terkandung dalam 3,5 sendok makan itu
adalah setara dengan 22 gram monolaurin. Setelah 3 bulan perlakuan, ditemukan pada 7 pasien (50%) yang
jumlah virus/viral load HIV (diasumsikan sebagai HIV) dalam darahnya sudah mulai berkurang.
Uji klinik ini diakhiri pada akhir bulan ke-6. Dan dari 14 pasien dalam percobaan ini 9 pasien (64%) mengalami
pengurangan jumlah virus dalam darah; di antaranya ditemukan 2 dari 4 pasien (50%) dalam kelompok I,
empat dari 5 orang (80%) dalam kelompok II dan 3 penderita dari 5 (60%) dalam kelompok III. Sedangkan 11
pasien mengalami perbaikan dan kenaikan berat badan dan mereka nampak mengalami kemajuan. Hasil
sementara uji klinik ini menunjang laporan hasil pengamatan lapangan, bahwa minyak kelapa adalah efektif
untuk melawan HIV (atau virus yang diasumsikan sebagai HIV). [153]


Ternyata bahan aktif yang bersifat seperti antibiotika terkandung dalam minyak kelapa yang adalah golongan
Saturated Mediun Chain Fatty Acids, yang terdiri dari 3 jenis asam lemak, yakni asam laurat (Lauric acid), asam
kaprilik (Caprylic acid), dan asam kaprik (Capric acid). Di antara tiga komponen ini, asam laurat adalah yang
paling poten dan kadarnya pun yang paling tinggi yakni 48%, sedangkan konsentrasi asam kaprilik dan asam
kaprik masing-masing hanya 7 dan 8% saja. [154]
Telah dibuktikkan pula bahwa asam lemak jenuh rantai sedang (saturated medium chain fatty acids) ini dapat
menghancurkan sel membran, hingga virus menjadi mati.


Dengan demikian minyak kelapa merupakan jenis minyak yang paling unggul, khas dan istimewa, karena
mengandung jenis asam lemak jenuh rantai sedang. Asam laurik yang terkandung 48%, hampir sama tingginya
dengan kadar asam laurik yang ditemukan dalam air susu ibu (45-50%).
Bagi penderita AIDS disamping minum minyak kelapa, dianjurkan pula untuk makan buah kelapa, baik yang
masih berbentuk degan, yang muda maupun yang tua, yang masih segar atau yang sudah dikeringkan. Minum
santan yang segar juga sangat bermanfaat. Dilaporkan bahwa setiap 50 gram buah kelapa kering setara
dengan 20-25 gram asam laurat, yang potensial dan sangat dibutuhkan untuk melawan virus (yang
diasumsikan sebagai) HIV.
Sifat lain yang sangat bermanfaat dan berguna bagi kesehatan kita ialah bila minyak kelapa dikonsumsi, di
dalam tubuh segera dimetabolisasi untuk memproduksi energi dan tidak diubah atau disimpan sebagai deposit
lemak dalam jaringan lemak tubuh, dan tidak pula diubah menjadi kolesterol jahat dan masuk ke dalam aliran
darah. Sebaliknya semua jenis minyak goreng (yang bukan dibuat dari kelapa) kalau dikonsumsi sebagian akan
diubah menjadi lemak dan didepositkan sebagai lemak dalam jaringan lemak tubuh, sebagian lagi menjadi
kolesterol jahat dan masuk dalam aliran darah.
Ada pula yang lebih gawat lagi, minyak goreng itu mengandung ikatan ganda (double bound) baik asam lemak
tak jenuh tunggal atau ganda, jika minyak demikian dipanaskan, maka akan berubah bentuk menjadi Trans.
Minyak goreng dengan bentuk trans telah terbukti sangat merugikan dan berdampak sangat negatif terhadap
kesehatan kita, karena ia bersifat sebagai radikal bebas.


Hasil penelitian dari Prof. Jon Kabara dari Michigen State University, telah menyadarkan kita, bahwa hampir
selama 3 dekade kita telah dibohongi oleh indusri minyak goreng. Karena mereka mengklaim bahwa minyak
murni mereka, yang mengandung mono dan poly-unsaturated, adalah jauh lebih unggul dan aman bagi
kesehatan daripada minyak kelapa, sebab katanya tidak akan mengakibatkan pembentukan kolesterol.
Sekarang baru diketahui dan telah dibuktikan bahwa itu adalah tidak benar. [156]
Demikian pula margarin yang terbuat dari minyak asam lemak tak jenuh tunggal atau ganda, yang dijenuhkan
dengan cara memampatkan atom hidrogen pada ikatan gandanya (hydrogenated unsaturated fatty aicds oil),
adalah berbentuk trans juga, jadi bersifat radikal bebas, sehingga dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit
degeneratif kronis seperti penyakit jantung koroner, kencing manis, asma, penyakit autoimmun, kanker dan
sebagainya.
Demikian pula kalau minyak yang tak jenuh itu dipakai ulang untuk menggoreng (deep fried) beberapa kali,
maka akan terjadi polimerisasi, sehingga minyak jelantah itu nampak kental dan berkonsistensi seperti oli
mobil. Minyak jelatah yang demikian berdampak buruk bagi tubuh dan dapat menyebabkan penyakit
degeneratif kronis dan kanker. Oleh karena itu jangan sampai memakai minyak untuk menggoreng lebih dari 3
kali.
Khasiat Minyak Kelapa Dalam Mencegah dan Menyembuhkan Berbagai Penyakit
Penelitian dan pengamatan klinis telah menunjukkan bahwa asam lemak rantai sedang (MCFA), sebagaimana
ditemukan dalam minyak kelapa, dapat membantu mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit. [178]
Minyak kelapa dapat membantu:


1. Mencegah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dan stroke
2. Mencegah diabetes dan meredakan gejala serta resiko kesehatan terkait dengan penyakit tersebut.
3. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat
4. Melindungi terhadap osteoporosis.
5. Meningkatkan penurunan berat badan berlebihan
6. Membunuh virus penyebab mononukleosis, influenza, hepatitis C, campak, herpes, AIDS, dan penyakit
lain.
7. Mengurangi gejala yang berhubungan dengan pankreatitis.
8. Mengurangi tingkat berat masalah terkait dengan sindrom malabsorpsi dan fibrosis kistik.
9. Meredakan gejala penyakit kandung empedu.
10. Meredakan gejala terkait dengan penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan luka lambung.
11. Meredakan nyeri dan iritasi akibat wasir.
12. Meringankan peradangan kronis.
13. Melindungi tubuh dari kanker payudara, kolon, dan berbagai jenis kanker lainnya.
14. Mencegah penyakit periodontal dan pembusukan gigi.
15. Mencegah penuaan dini dan penyakit degenerative.
16. Meredakan gejala terkait dengan sindrom kelelahan kronis.
17. Meredakan gejala yang terkait dengan hiperplasia prostat jinak (pembesaran prostat).
18. Meringankan kejang epilepsy.
19. Melindungi terhadap penyakit ginjal dan infeksi kandung kemih.
20. Mencegah penyakit hati.
21. Membunuh bakteri yang menyebabkan pneumonia, sakit telinga, infeksi tenggorokan,
    gigi berlubang, keracunan makanan, infeksi saluran kemih, meningitis, gonore, dan lusinan penyakit
    lain.
22. Membunuh jamur dan ragi yang menyebabkan kandida, gatal selangkangan, kurap, athlete's
    foot, sariawan, ruam popok, dan infeksi lain.
23. Mengeluarkan atau membunuh cacing pita, kutu, giardia, dan parasit lain.
24. Menghalau infeksi kulit.
25. Meredakan gejala terkait dengan psoriasis, eksim, dan dermatitis.
26. Meringankan kulit kering dan terkelupas.
27. Mencegah efek kerusakan dari radiasi UV akibat paparan matahari berlebih seperti keriput, kulit longgar,
    dan bintik penuaan.
28. Mengatasi ketombe.


Nah ketika muncul beberapa kondisi di atas yang biasanya disebut sebagai ”kondisi AIDS” atau “penyakit
oportunistik”, Anda tinggal memberikan terapi minyak kelapa. Dosis yang diperlukan untuk tiap kondisi yang
muncul adalah berbeda-beda. Namun secara UMUM, Odha bisa mencoba rutin konsumsi VCO 2x2 sendok
makan sebelum sarapan dan sebelum tidur malam. Jika ada infeksi pada kulit, VCO bisa dioleskan tipis-tipis
seperti lotion, sesudah mandi dan sebelum tidur malam. Untuk mengetahui detail informasi aplikasi terapi
VCO, silahkan Anda mempelajarinya di HIOS-Terapi Kelapa.
Di mana Anda bisa mendapatkan minyak kelapa ini? Anda bisa mendapatkannya di apotek, toko obat,
supermarket, atau di pasar tradisional. Di apotek atau toko obat, biasa disebut dengan VCO (Virgin Coconut
Oil), berwarna putih bening khusus dikonsumsi (diminum) langsung sebagai terapi berbagai penyakit. VCO
yang dijual di apotek atau toko obat bisa juga untuk menggoreng tapi akan terlalu mahal dari segi ekonomi.
Jika Anda butuh minyak kelapa atau VCO untuk menggoreng, Anda bisa mendapatkannya di supermarket atau
pasar tradisional terdekat. Warna VCO untuk menggoreng biasanya kuning bening karena dibuat melalui
proses pemanasan, berbeda dengan VCO yang dijual di toko obat berwarna putih karena dibuat melalui proses
fermentasi. Tidak semua supemarket menjual minyak kelapa karena minyak kelapa jarang dibeli oleh
masyarakat dan harganya relatif lebih mahal sekitar 6.000-10.000 rupiah dibanding minyak kelapa sawit atau
minyak lainnya. Minyak kelapa untuk menggoreng paling mudah dicari di pasar tradisional.


Minyak kelapa sawit yang biasa dijual di pasar-pasar atau supermarket bukanlah minyak kelapa. Keduanya
sama-sama minyak tropis, tapi yang terbaik, aman, dan unggul sebagai terapi adalah minyak kelapa.
Salah satu cara kami praktisi holistik modern dalam menyembuhkan penyakit diabetes, jantung, stroke, dan
penyakit degenaratif lainnya termasuk 29 kondisi AIDS, adalah memakai terapi minyak kelapa. Minyak kelapa
begitu hebat dan berkhasiat dalam menyembuhkan, apalagi hanya sekedar dikonsumsi. Lain halnya dengan
minyak goreng lainnya, yang pasti Anda akan takut untuk mengonsumsinya terus menerus dalam jumlah yang
banyak.


Referensi
[156] Kabara, J.J. 1978. The pharmacological effect of lipids. Champain, Ill.: The American Oil Chemists' Society
[178] Coconut Oil Miracle, Bruce Fife, Avery, 2004
Demo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDemo anti penipuan HIV AIDS di USA sana
Demo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDemo anti penipuan HIV AIDS di USA sana
Demo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDemo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDi Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka
telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari
penyakit.Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit.
Demo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDemo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDi Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka
telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari
penyakit.Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit.
Demo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDemo anti penipuan HIV AIDS di USA sanaDi Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka
telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari
penyakit.Di Panama, Amerika Tengah, orang diketahui MEMINUM minyak kelapa dari gelas untuk membantu mereka mengatasi rasa nyeri. Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit

PENGOBATAN HIV AIDS SECARA MEDIS

  

PENGOBATAN HIV AIDS SECARA MEDIS


Pengobatan HIV/AIDS Saat ini

Sampai saat ini obat yang digunakan untuk HIV/AIDS adalah Antiretroviral Terapi (ART). Obat ini terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat HIV/AIDS. Obat ini bekerja menghambat replikasi / perbanyakan virus HIV. Walaupun demikian obat ini tidak mampu membunuh HIV secara total dan berpotensi menimbulkan efek samping yang berat dan pemakaiannya harus setiap hari seumur hidup. Jika kepatuhan penderita kurang maka dapat menyebabkan resistensi obat.

Obat Antiretroviral Terapi (ART) antara lain :

NRTI : AZT (Zidovudine), 3TC (Lamivudine), d4T (Stavudine), ddI (Didanosine), ABC (Abacavir)

NtRTI : TDF (Tenofovir)

NNRTI : NVP (Nevirapine), EFV (Efavirenz), DLV (Delavirdine)

Fusion inhibitor : T20

PI : NFV (Nelfinavir), SQV (Saquinavir), RTV (Ritonavir), IDV (Indinavir), LPV/r (Lopinavir/Ritonavir booster)

Pengobatan terbaru?

Beberapa ahli kesehatan berusaha mengembangkan vaksin HIV dengan tujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi HIV. Hanya saja keberhasilannya mengecewakan dan belum menunjukkan manfaat secara klinis.

PENCEGAHAN VIRUS HIV/AIDS

PENCEGAHAN HIV DAN AIDS

Melalui Hubungan Seks

Risiko tertinggi infeksi HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom melalui vagina maupun anal. Risiko tertular melalui seks oral rendah, tapi bukan berarti nol. Seks oral bisa menularkan penyakit Infeksi Menular Seksual lain seperti sifilis. Mainan dan alat bantu seks juga berisiko dalam menyebarkan HIV jika salah satu pengguna mainan dan alat bantu seks ini positif terinfeksi HIV.

Cara terbaik untuk mencegah HIV dan penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

Pemakaian kondom

Jika Anda tidak tahu status infeksi HIV pasangan, maka selalu gunakan kondom baru tiap melakukan hubungan seks anal maupun seks vaginal. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk, warna, tekstur, bahan, dan rasa yang berbeda. Kondom tersedia baik untuk pria maupun wanita.

Kondom adalah bentuk perlindungan paling efektif melawan HIV dan penyakit Infeksi Menular Seksual lainnya. Kondom bisa digunakan untuk hubungan seks apa pun. Sangat penting untuk memakai kondom sebelum kontak seksual apa pun yang muncul antara penis, vagina, mulut, atau anus. HIV bisa ditularkan sebelum terjadi ejakulasi. Ini terjadi ketika keluarnya cairan awal dari alat kelamin dan dari anus.

Gunakan kondom yang berbahan lateks atau poliuretan (latex and polyurethane) ketika melakukan hubungan seks. Gunakan kondom begitu Anda atau pasangan mengalami ereksi, bukan sebelum ejakulasi.

Pemakaian pelumas

Pelumas digunakan untuk menambah kenyamanan dan keamanan hubungan seks dengan tujuan menambah kelembapan pada vagina maupun anus selama seks. Pelumas akan mengurangi risiko terjadinya kulit luka (sobek) pada vagina atau anus. Pelumas juga mencegah agar kondom tidak sobek.

Hanya gunakan pelumas yang berbahan dasar air, bukan yang berbahan minyak. Pelumas yang berbahan minyak bisa melemahkan kekuatan kondom dan bahkan bisa merobek kondom.

Melalui Jarum dan Suntikan

Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C.

Jika Anda ingin membuat tato atau tindik, pastikan selalu memakai jarum yang steril dan bersih. Jangan melakukan aktivitas ini di tempat sembarangan. Pastikan Anda memeriksa soal jarum yang digunakan.

CIRI CIRI PENYAKIT AIDS DAN HAIV

CIRI CIRI PENYAKIT AIDS DAN HAIV

iri-Ciri Terjangkit HIV/Aids dan Penyebabnya
Penyakit HIV / Aids merupakan salah satu penyakit yang paling
berbahaya serta dan dapat menular ke orang lain. Walaupun
penyakit ini masih banyak diderita oleh orang barat, namun
tidak sedikit juga orang kita yang juga terkena/terjangkit virus
HIV/Aids ini.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk
mencegah penularan penyakit HIV/Aids ini seperti sosialisasi
tentang bahayanya seks bebas sampai pembagian kondom
gratis yang menimbulkan kontroversi.
Tahukah Anda Ciri-Ciri Orang Terjangkit HIV Aids? Cara terbaik
untuk mengetahui bahwa laki-laki/perempuan tersebut telah
mengidap penyakit HIV/Aids adalah dengan melakukan
serangkaian teset kesehatan seperti test darah.
Namun ketika pengujian tidak bisa dilakukan. Kita bisa
mengenalinya dengan berbagai ciri-ciri dan gejala berikut.
Ciri-Ciri Orang Dewasa Yang Terjangkit HIV Aids (Ciri Utama):
1. Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan
tanpa penyebab.
2. Diare lebih dari satu bulan.
3. Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik
konstan atau datang dan pergi
5 Ciri-Ciri Orang Dewasa Yang Terjangkit HIV Aids (Tanda
Minor):
1. Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh.
2. Kulit gatal di seluruh tubuh.
3. Herpes zoster (mirip cacar air, atau disebabkan virus yang
juga mengakibatkan cacar air, virus herpes) yang tidak
kunjung sembuh.

4. Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut,
lidah, atau tenggorokan.

5. Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau
selangkangan) dengan atau tanpa infeksi aktif.

Orang dewasa dapat didiagnosis mengidap AIDS, jika memiliki
minimal 2 tanda-tanda utama dan satu tanda minor. Tapi, itu
sudah cukup untuk membuat diagnosis AIDS jika seseorang
mengidap kanker kulit (disebut Karposi, yang biasanya
kemerah-merahan, ungu, atau bintik-bintik hitam pada kulit
yang dapat menjadi besar dan menyakitkan) atau kriptokokal
meningitis (infeksi pada meliputi otak yang menyebabkan
demam, leher kaku, sakit kepala, kebingungan, dan
ketidakmampuan untuk bangun).
Ciri-Ciri Anak Kecil Yang Terjangkit HIV Aids (Ciri Utama):
1. Berat badan, atau pertumbuhan lambat.
2. Diare berat selama 14 hari atau lebih.
3. Demam selama lebih dari satu bulan.
Ciri-Ciri Anak Kecil Yang Terjangkit HIV Aids (Tanda Minor):
1. Kulit gatal di seluruh tubuh.
2. Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau
selangkangan).
3. Candidiasis (bintik-bintik putih) di dalam mulut, lidah, atau
tenggorokan.
4. Infeksi pada telinga, tenggorokan, dan infeksi lainnya.
5. Batuk yang tidak sembuh-sembuh.
Semoga berbagai ciri-ciri tentang orang yang terkena atau
mengidap penyakit HIV Aids di atas dapat membantu kita
sebagai orang tua ataupun masyarakat dalam mencegah secara
dini penyebaran penyakit ini.

HIV DAN AIDS

TEORI DAN ASAL USUL PENYEBARAN VIRUS HIV DAN AIDS

Penyakit Virus HIV AIDS yang menewaskan banyak orang dan belum ditemukan obatnya itu terdengar sangat mengerikan. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. Bermacam-macam teori dikemukakan asal mula dari HIV AIDS ini, entah mana yang benar. Apa sajakah teorinya tersebut? mari kita simak bersama.

Seks Bebas di Kinshasa 1920-an
simian immunodeficiency virus (SIVcpz)

Untuk menguak misteri tersebut, tim internasional mencoba untuk merekonstruksi genetika HIV. Untuk mencari tahu di mana nenek moyang tertuanya pada manusia berasal. Temuan dalam bidang arkeologi virus digunakan untuk menemukan asal pandemi. Demikian laporan tim dalam jurnal Science. Para ahli menggunakan arsip sampel kode genetik HIV untuk melacak sumbernya.

Dan ternyata, asal usul pandemi terlacak dari tahun 1920-an di Kota Kinshasa yang kini menjadi bagian dari Republik Demokratik Kongo. Laporan mereka menyebut, perdagangan seks yang merajalela, pertumbuhan populasi yang cepat, dan jarum tak steril yang digunakan di klinik-klinik diduga menyebarkan virus tersebut. Menciptakan kondisi 'badai yang sempurna'.

Sementara itu, rel kereta yang dibangun dengan dukungan Belgia di mana 1 juta orang melintasi kota tiap tahunnya membawa virus HIV ke wilayah sekitarnya. Lalu ke dunia. Tim ilmuwan dari University of Oxford dan University of Leuven, Belgia mencoba merekonstruksi 'pohon keluarga' HIV dan menemukan asal muasal nenek moyang virus itu. 

"Anda bisa melihat jejak sejarahnya dalam genom saat ini data yang terekam, tanda mutasi dalam genom HIV tidak bisa dihapus," kata Profesor Oliver Pybus dari University of Oxford.
Dengan membaca tanda mutasi tersebut, tim bisa menyusun kembali pohon keluarga dan melacak akarnya. HIV adalah versi mutasi dari virus simpanse, yang dikenal sebagai simian immunodeficiency virus (SIVcpz) yang mungkin melakukan lompatan spesies, ke manusia, melalui kontak dengan darah yang terinfeksi. 

Virus ini menyebar pertama kali pada para pemburu simpanse mungkin ketika menangani daging hewan itu. Kasus pertama dilaporkan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, pada 1930.
Virus membuat lompatan pada beberapa kesempatan. Salah satunya mengarah pada HIV-1 subtipe O yang menyebar di Kamerun. Kemudian, HIV-1 subtipe M yang menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. 

Pada tahun 1920-an, Kinshasa yang dulu disebut Leopoldville hingga 1966 adalah bagian dari Kongo yang dikuasai Belgia. "Kota itu sangat besar dan sangat cepat pertumbuhannya. Catatan medis era kolonial menunjukkan tingginya insiden sejumlah penyakit seksual," kata Profesor Oliver Pybus.
Kala itu, buruh-buruh pria mengalir ke kota, memicu ketudakseimbangan gender, dengan perbandingan pria dan wanita 2:1 yang memicu maraknya perdagangan seksual. Plus faktor praktik pengobatan penyakit dengan suntikan tak steril yang efektif menyebarkan virus. 

"Aspek menarik lainnya adalah jaringan transportasi yang membuat orang-orang berpindah dengan mudah." Sekitar 1 juta orang menggunakan jaringan rel Kinshasa pada akhir tahun 1940-an."
Dan virus pun menyebar luas, awalnya ke kota tetangga Brazzaville, lalu meluas ke area provinsi yang perekonomiannya ditopang penambangan, Katanga. Kondisi 'badai sempurna', hanya berlangsung selama beberapa dekade di Kinshasa. Namun saat itu berakhir, HIV terlanjur menyebar ke seluruh dunia.



Teori Green Monkey
ilustrasi teory green monkey

Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah "Senjata etnis" yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. 

Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. 

Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.


Teori Konspirasi AIDS

Pada dasarnya teori konspirasi memberikan narasi tentang sejarah bangsa barat mengenai asal usul kemunculan HIV/AIDS. Teori ini menyebutkan bahwa HIV/AIDS merupakan senjata biologis yang sengaja dibuat oleh Amerika Serikat untuk mengendalikan jumlah penduduk dunia. 

"Pengurangan populasi merupakan prioritas tertinggi dari kebijakan luar negeri AS terhadap negara-negara dunia ketiga. Pengurangan dari penduduk negara-negara ini merupakan masalah vital bagi keamanan nasional AS" - Henry Kissinger, 1974 (Gray, 2009 : 106).

Asal usul HIV/AIDS diawali dari bocornya catatan rahasia yang mengandung dua poin penting milik salah satu tim khusus di Laboratorium Fort Detrick AS, Willace L. Pannier ke dunia maya (Ridaysmara, 2010 : 381-384).

Pertama, HIV merupakan istilah baru bagi virus lama bernama SV40 yang digunakan oleh Dokter Hilary Koprowski untuk menginfeksi sistem imun 300.000 orang negro Afrika pada tahun 1957 hingga 1960 (Gray, 2009 : .96-102).

Koprowski melakukan 'percobaan' infeksi vaksin polio melalui mulut (live oral polio vaccine) kepada ras kulit hitam di Afrika atas dasar rasisme. Namun demikian, Koprowski menolak tuduhan bahwa ia terlibat dalam menciptakan AIDS dan mengatakan bahwa demografi dari persebaran penyakit di Afrika dapat dijelaskan dengan faktor-faktor lain yang tidak berhubungan dengan prosedur vaksinasi (Gray, 2009 : 97).

Kedua, disebutkan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan ini digagas oleh George W. Bush, George H.W Bush, Prescott Bush, Rockefeller, Harriman dan berbagai elit politik Amerika yang difasilitasi oleh CIA, Rockefeller Foundation dan National Institute of Health (In Lies We Trust 2007).

Mereka sepakat untuk menjalankan agenda 'Eugenic Movement' sekitar tahun 1900-an. 'Eugenic Movement' merupakan gerakan rasialis untuk menghancurkan ras manusia yang dianggap inferior dan meningkatkan ras manusia superior. 

Selain itu, HIV/AIDS dibuat oleh CIA untuk menginfeksi bangsa African-American yang berada di Amerika (TIME, 2013). Pada dasarnya, 'Eugenic Movement' dilakukan oleh Amerika untuk menekan jumlah populasi dunia dengan sasaran utama orang-orang berkulit hitam.
Selain informasi yang didapatkan dari catatan rahasia milik Pannier, munculnya berbagai persepsi masyarakat dunia tentang vaksin HIV/AIDS menjadikan teori konspirasi semakin kompleks. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. 

Obat-obat yang kini diberikan hanya bersifat memperpanjang usia penderita dan memperbesar kemungkinan untuk menularkan penyakit tersebut kepada individu lain, seperti Terapi Antiretroviral (ARV). 

Persepsi tersebut mendorong pemikiran kritis tentang strategi kelompok elit dalam menciptakan penyakit beserta obatnya. Fakta yang mengejutkan muncul dari ketiga penjahat kemanusiaan, yaitu keluarga Bush, Rockefeller dan Harriman yang ternyata bergabung dalam satu komunitas dan berkuliah di Yale University. 

Kemudian faktanya, Yale University adalah pemegang hak paten dari salah satu obat utama HIV yang dikenal dengan 'Zenit' atau 'd4t' pada awal tahun 1990-an dengan royalti yang diterima sebesar $328.000.000,00 (Arno, 1992 : 102). 

Namun, seperti yang diketahui bahwa 'Zenit' tidak menghilangkan HIV, tetapi hanya memperpanjang usia sang penderita yang otomatis dapat terus meningkatkan keuntungan perusahaan.



Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)

Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang "disponsori pemerintah AS" di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. 

Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.
Kemungkinan besar HIV 'masuk' ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.

Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. 

Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit 'resmi'). 

Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. 

Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai saluran tempat 'berjangkitnya' HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.
Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa 'tak seorang pun kebal AIDS', faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. 

Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?


Keserupaan dengan FLU Burung

Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay

Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.

Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahwa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?

Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial 'tertentu'.

Setidaknya tahun 1997, Stephen O’Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan 'virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu' dibandingkan peristiwa alamiah.
Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan 'masyarakat umum' bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. 'AIDS adalah penyakit gay' adalah jargon yang sering dikumandangkan media.

Setidaknya tahun 1987, Robert Gallo memberitahu reporter Playboy, David Black, "Saya pribadi belum pernah menemukan satu kasus pun (di Amerika) dimana pria terkena virus (AIDS) dari seorang wanita melalui hubungan intim heteroseksual ." 

Gallo melanjutkan, "AIDS tak akan menjadi bahaya yang tak bisa teratasi bagi masyarakat umum." Apakah ini sekedar spekulasi ataukah Gallo mengetahui sesuatu yang tidak ia ceritakan?